Selasa, 23 Maret 2010

Senin, 22 Maret 2010

KENAPA PELANGI BERWARNA-WARNI?

Siapa tidak kenal pelangi? Kelihatannya, setiap orang kenal dengan pelangi. Ya, pelangi termasuk salah satu hiasan langit yang sangat menakjubkan. Hiasan langit ini begitu menakjubkan karena penampakannya yang unik namun tetap indah. Keunikan pelangi terletak pada waktu penampakannya yang terjadi pada saat matahari masih menyinari bumi. Sedangkan keindahannya terletak dari susunan warnanya yang begitu menyejukkan mata. Ada merah, biru, kuning ungu dan warna-warna lainnya. Lalu, KENAPA PELANGI BERWARNA-WARNI? Kenapa juga pelangi hanya muncul ketika sinar matahari masih menyinari bumi? Pada bagian ini kita akan mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Sebelum kita akan menjawab secara langsung pertanyaan-pertanyaan itu, alangkah baiknya kita mengenal sifat-sifat dari cahaya ketika merambat dari sumbernya. Pengenalan sifat-sifat cahaya ini sangat penting karena proses kemunculan pelangi dengan ciri khasnya tersebut tidak akan lepas dari sifat rambatan cahaya. Perlu diketahui bahwa cahaya yang merambat mempunyai bermacam sifat, salah satunya yaitu DIBIASKAN. Apakah maksud dari DIBIASKAN itu?

Makna cahaya yang dibiaskan (atau pembiasan cahaya) yaitu pembelokan arah rambatan cahaya setelah menembus bidang batas dua medium rambatan yang berbeda. Contohnya ketika cahaya dari udara memasuki air, arah rambatan cahayanya akan dibelokkan. Pembelokan inilah yang disebut pembiasan.

Pembiasan cahaya tentu tidak hanya terjadi dalam rambatan cahaya dari udara ke air atau sebaliknya. Intinya, ketika cahaya merambat melalui dua medium bening yang berbeda, cahaya ini akan dibiaskan.

Setelah kita mengenal proses pembiasan cahaya, perlu dikenal juga konsep cahaya "putih". Istilah cahaya putih didasarkan pada percobaan Newton tentang penguraian cahaya menjadi bermacam warna. Istilah lain untuk cahaya putih yaitu cahaya (atau sinar) polikromatik. Cahaya polikromatik yaitu cahaya yang tersusun atas banyak warna. Salah satu contoh cahaya polikromatik yaitu cahaya matahari. Berdasarkan konsep PEMBIASAN dan CAHAYA POLIKROMATIK, kita akan mampu menjawab pertanyaan KENAPA PELANGI BERWARNA-WARNI?
Jawabannya KENAPA PELANGI BERWARNA-WARNI? yaitu KARENA CAHAYA PUTIH DARI MATAHARI DIBIASKAN OLEH TITIK-TITIK AIR DILANGIT. Pembiasan inilah yang akan menguraikan bermacam warna yang menyusun cahaya putih matahari tersebut. Dengan sebab ini, dapat diketahui pula jawaban Kenapa pelangi hanya muncul ketika matahari masih menyinari bumi.
Posted on 22.17 | Categories:

Kamis, 25 Februari 2010

KENAPA MASSA DAN BERAT BERBEDA ?

Kita sering mendengar atau membaca atau bahkan menggunakan kalimat berikut ini; Beratku "sekian" kilo(gram). Sebuah kalimat yang sudah sangat biasa terdengar dan terasa pantas untuk dibenarkan, bukan? Kalimat itu memang tidak 100% salah, namun tentu 200% tidaklah benar :D Apa maksudnya? Maksudnya, ada sesuatu yang kurang tepat dari segi penempatan kata yang digunakan. Kata apakah itu? Ya, kata itu adalah BERAT dan didampingi oleh KILOGRAM. Kenapa tidak tepat? Jawabannya karena BERAT itu tidak sama dengan MASSA. Nah, sekarang giliran menjawab pertanyaan KENAPA MASSA DAN BERAT BERBEDA? Agar jawabannya mudah untuk difahami, perlu penjelasan ringkas sebagai berikut.

Massa dan Berat termasuk kelompok besaran. Pengertian besaran adalah sesuatu yang dapat diukur. Contoh besaran antara lain berat, massa, volume, suhu, kuat arus listrik, massa jenis dan lain sebagainya. Bermacam besaran ini dapat dibagi menjadi beberapa kelompok diantaranya besaran pokok dan besaran turunan. Besaran pokok yaitu besaran yang menjadi dasar dari besaran-besaran lain. Besaran ini tidak disusun dari besaran-besaran lain. Sebaliknya, besaran pokok dapat menyusun besaran-besaran lain. Besaran yang disusun dari besaran pokok biasa disebut besaran turunan. Besaran pokok dan besaran turunan ini mempunyai satuan yang berbeda. Dengan penjelasan tersebut, berdasarkan jenisnya, massa termasuk kelompok besaran pokok dengan salah satu satuannya yaitu KILOGRAM. Sedangkan berat termasuk besaran turunan yang disusun dari besaran pokok massa dan besaran gravitasi. Rumusnya yaitu

berat=massa x gravitasi

Satuan besaran berat ini yaitu NEWTON.

Nah, dengan penjelasan sederhana diatas, jawaban dari pertanyaan KENAPA MASSA DAN BERAT BERBEDA mulai terungkap. Jawaban dari pertanyaan KENAPA MASSA DAN BERAT BERBEDA yaitu KARENA MASSA DAN BERAT BUKAN BESARAN YANG SAMA. Perbedaan inilah yang menjadikan satuan dari kedua besaran itu pun juga akan berbeda. Seperti telah dijelaskan diatas bahwa massa bersatuan (salah satunya) kilogram dan berat bersatuan Newton. Jadi, kalimat yang lebih tepat seharusnya berbunyi Massaku sebesar "sekian" kilogram. Atau Beratku "sekian" Newton. Jadi anehkan? :) Iya, aneh karena kesalahan yang terjadi telah menjadi sebuah kebenaran yang dibiasakan.

Rabu, 24 Februari 2010

KENAPA SUATU BANGUNAN MEMERLUKAN FONDASI ?

Kita hidup diantara bangunan-bangunan. Bagi yang bersekolah, tentu bangunan sekolah merupakan tempat yang hampir setiap hari dia temui. Bagi yang bekerja di kantor, bangunan kantor merupakan pusat ketika dia bekerja. Bagi yang kuliah, bangunan kampus merupakan tempat utama untuk belajar. Bahkan, ketika seseorang sedang melakukan ibadah, seperti sholat, ia tetap tidak lepas dari bangunan, yaitu masjid. Nah, terbukti bukan bahwa kita hidup diantara bangunan-bangunan? Setiap saat, kita pun tidak lepas dari bangunan-bangunan. Meskipun kita hidup diantara bangunan-bangunan, seringkali kita tidak memperhatikan sesuatu yang menjadi ciri khas dari bangunan-bangunan tersebut. Apakah ciri khas itu? Ya, ciri khas itu berupa FONDASI dari suatu bangunan. Fondasi merupakan salah satu bagian bangunan yang wajib ada. Hampir semua bangunan pasti mempunyai fondasi. Lalu, KENAPA SUATU BANGUNAN MEMERLUKAN FONDASI ?
Sebelum menjawab pertanyaan itu, perlu diketahui bahwa fondasi bangunan adalah kontruksi yang menjadi penopang dari bangunan yang akan didirikan. Salah satu ciri khas dari fondasi yaitu ukuran permukaannya yang lebih lebar dari bangunan yang berada diatasnya. Pembuatan ukuran yang seperti ini tidak lain untuk menghasilkan pengaruh terhadap tekanan yang diberikan ke tanah. Ingat-ingat kembali pembahasan mengenai konsep tekanan yang dirumuskan seperti berikut:

P =F/A

Tekanan = Gaya Berat/Luas penampang benda pemberi gaya

Dalam rumusan itu terlihat bahwa nilai tekanan akan dipengaruhi oleh Gaya Berat dan Luas penampang benda. Benda yang memberi gaya berat dan kasus fondasi ini tidak lain yaitu bangunan-bangunan yang sedang kita bicarakan. Nilai tekanan yang diberikan oleh bangunan-bangunan yang mempunyai gaya berat itu hanya akan terkurangi hanya jika luas penampang yang menyentuh tanah diperluas. Semakin luas permukaan yang menyentuh tanah, gaya berat yang menekan tanah akan dapat diperkecil. Dengan konsep ini, jawaban dari pertanyaan KENAPA SUATU BANGUNAN MEMERLUKAN FONDASI sudah ditemukan.

Jadi KENAPA SUATU BANGUNAN MEMERLUKAN FONDASI? Jawabannya KARENA fondasi dapat mengurangi Tekanan akibat Gaya Berat dari suatu bangunan dengan prinsip memperluas bidang tekan yang bersentuhan dengan tanah.


Posted on 22.31 | Categories:

KENAPA NYALA BOHLAM LISTRIK BERBEDA-BEDA ?

Listrik menjadi temuan manusia yang sangat bermanfaat. Manfaat listrik tersebut salah salah satunya terdapat pada alat yang bernama bola lampu listrik. Benda ini dinamakan bola karena bentuknya hampir bulat seperti bola. Dinamakan lampu listrik karena dapat menyala dengan sebab adanya aliran listrik. Istilah yang lebih dikenal untuk bola lampu listrik ini yaitu BOHLAM. Bohlam termasuk lampu listrik yang dimasukkan dalam kelompok lampu pijar. Kenapa dikelompokkan kedalam lampu pijar? Ya, alasannya karena Bohlam dapat berpijar jika terkena aliran listrik. Berpijarnya bohlam inilah yang akan membuatnya mampu menerangi lingkungan sekitarnya. Lalu KENAPA nyala bohlam berbeda-beda ?




Perhatikan lampu pijar listrik disamping. Lampu ini mempunyai ciri khas berupa “tali” yang berada didalam bola kaca. Tali itu begitu tipis namun cukup kuat. Nah, tali ini biasa disebut kawat filamen atau wolfram. Wolfram sendiri merupakan salah satu unsur kimia yang mempunyai nama lain yaitu Tungsten. Tali wolfram ini mempunyai keunikan yang berupa sifatnya yang bisa berpijar dan menyala tanpa terbakar ketika arus listrik dialirkan kepadanya. Sifat memijar tanpa terbakar ini disebabkan karena wolfram mempunyai titik lebur yang sangat tinggi. Lalu, apa hubungan kawat wolfram dengan pertanyaan KENAPA nyala bohlam berbeda-beda ?



Hubungannya sebagai berikut:
Kawat wolfram yang dipasang pada bohlam mempunyai ciri yang berbeda-beda. Ciri ini salah satunya dari segi ukuran wolfram. Ketika wolfram yang dipasang berukuran sangat tipis, nyala bohlam yang dihasilkan tidak sebesar kawat wolfram yang tebal. Ukuran wolfram ini juga akan mempengaruhi kemampuannya mengalirkan arus listrik. Ketika sebuah wolfram tidak mampu lagi mengalirkan arus listrik, kawat ini akan putus dan tidak dapat berpijar dan menerangi lingkungan disekitarnya. Berdasarkan pengertian ini, jawaban dari pertanyaan
KENAPA nyala bohlam berbeda-beda yaitu KARENA bohlam mempunyai kawat wolfram yang mempunyai ciri-ciri yang berbeda-beda dalam berpijar ketika dialiri arus listrik.